Download

Rabu, 29 Januari 2014

JATUH CINTA

Jatuh cinta, kata yang sangat sering ku dengar tetapi tidak pernah mampu untuk bisa ku mendefinisikannya. Rasanya setiap kali ingin mengartikannya, hati ku berdegup kencang ingin mengambil alih logika pikirku. Ketika berpikir tentang jatuh cinta, definisiku selalu hanya berbentuk sebuah gambaran apa itu jatuh cinta. Seperti: Ketika jatuh cinta, rasanya bumi selalu basah disiram kelembutan hujan, Lampu-lampu jalan berjejer melukis jingga di kelabunya langit, dan senyummu membuat tiap tetes hujan berbisik melantunkan puisi cinta padaku. Semua proyeksi itu bagiku arti jatuh cinta, tapi bagi yang lain mungkin akan penuh tanda Tanya tentang apa yang aku proyeksikan. Ah, aku terlalu bodoh untuk berbicara tentang cinta. Karena yang ku tau cinta adalah saat dimana dirimu bergetar ketika berinteraksi dengannya. 
Selengkapnya...

Minggu, 15 Desember 2013

DAUN TERAKHIR DI TAHUN 1962

Surabaya, 1920

HOS Cokroaminoto bersama soekarno dan kartosoewiryo
“Penjajahan ini membuat kita menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa.” Ucap Musso dengan tegas kepada dua juniornya, Soekarno dan Kartosoewiryo. Soekarno saat itu benar-benar terbius dengan kata sang senior, bagaimana tidak, kalimat itu di ucapkan oleh Musso dengan nada berapi-api dan dengan Bahasa tubuh yang luar biasa. “Mas Karto, Mas Musso kalau berbicara kayak orang mau berkelahi saja, suaranya lantang dan lengan kemejanya sampai ikut-ikutan diangkatnya” bisik soekarno kepada kartosoewiryo. “Memang harus seperti itu kus, ingat kata guru kita, Pak Cokroaminoto, jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan Bicaralah seperti orator” ujar Kartosoewiryo. Melihat percakapan yang hangat antar sesama muridnya itu membuat HOS Cokroaminoto ikut tersenyum. Seperti inilah hari-hari luar biasa yang selalu terjadi di rumah HOS Cokroaminoto di Jl. Peneleh VII Surabaya.

Matahari secara perlahan mulai tenggelam, langit-langit sore yang jingga berubah menjadi pucat. Sepucat dan sewas-was soekarno di sore yang tanggung kala itu. “Mas Karto aku lagi verliefd (jatuh cinta), sama noni Belanda”, ucap soekarno yang sedang bercermin sembari merapikan rambut gaya klimisnya. Mendengar pernyataan soekarno, kartosoewiryo tertawa. Hermen Kartowisastro yang kebetulan ada dikamar itu angkat bicara, “No, kau jangan sembunyi, lamar cewek itu”. Mendengar ledekan Herman, soekarno berbicara dalam hati, “Bukan Soekarno namanya jika tidak bertindak, aku akan melamar Mien pujaan hatiku”. Soekarno mantap, dia simpan sisir didepan kaca, dia rapikan kembali penampilannya sore itu, berbekal kuatnya rasa cinta dan sepucuk bunga mawar yang dipetiknya dari kebun Ibu Cokroaminoto, soekarno keluar dari kamar kartosoewiryo dengan percaya diri.

Sore berganti dengan malam dan soekarno layaknya langit tak berbintang di malam itu, rona cerah yang di pancarkan wajahnya sore tadi berubah menjadi lebih gelap. Dari sorot matanya, terlihat api yang sedang berkobar dengan hebatnya. Jelas ini bukan hanya sekedar luka seorang pemuda yang lamaran sucinya ditolak oleh calon mertua. Alasan kemarahan soekarno pasti jauh lebih besar dari sekedar perkara hatinya. Gambaran itu yang ditangkap oleh Kartosoewiryo yang ikut sedih melihat soekarno. “Kus, ayo kita nyari warteg, kita makan dulu”. Tawaran kartosoewiryo disambut oleh soekarno. Dengan berboncengan sepeda mereka pergi mencari makan.

“Kamu?! Inlander kotor seperti kamu? Kenapa kamu berani-berani mendekati anakku?! Keluar kamu binatang kotor. Keluar!!!” kata soekarno menirukan kata-kata yang keluar dari mulut Bapak Mien Hessels sore tadi. Kartosowiryo yang mengendarai sepeda hanya diam dan menyimak perkataan sahabatnya itu. “Kita Tuan di negerinya sendiri. Belanda-belanda itu Cuma numpang. Kita harus tegak berdiri melawan belanda-Belanda itu” lanjut soekarno yang selama perjalanan sumpah serapah atas perlakuan manusia-manusia Belanda terhadap dia dan negerinya. “Nekad kamu kus, kau bukan anak bupati, berani-beraninya ngelamar cewek Belanda” Ujar Kartosowiryo sembari senyum mengejek kepada Soekarno. jalan-jalan  kota terlihat samar, obor-obor yang disimpan didepan rumah warga tak mampu menerangi Surabaya yang malam itu diselimuti gelapnya hati pemuda yang patah cintanya.

Akhir Musim gugur, 1962

“Pak, kenapa operasi militer kita kali ini dinamakan operasi Barathayuda?” ucap seorang pasukan TNI kepada atasannya. Mendengar pertanyaan pasukannya itu sang komandan mengarahkan pandangannya kepada Kartosowiryo. Dia pandangi wajah laki-laki yang sudah tua renta dan payah itu. Hingga akhirnya mata sang komandan dan kartosoewiryo bertemu. Sang komandang mendadak sadar, dia saat ini sedang tidak berhadapan dengan orang tua yang sudah payah, tapi saat ini dia sedang berhadapan dengan seorang Laki-laki kharismatik yang punya sejarah besar di negeri ini.

“Kau ingin tau kenapa operasi ini bernama Baratayudha?” Tanya sang komandan kepada si prajurit. Dan si prajurit memanggutkan kepalannya sebagai tanda ingin tau. “perang Bharatayudha adalah perang antaradua kelompok bersaudara, Pandawa dan Kurawa. Mereka sama-sama keturunan Bharata. Sama seperti Pemimpin kita Bung Karno dan Kartosoewiryo. Meraka sama-sama para pejuang kemerdekaan atas negeri ini, bahkan mereka sama-sama dididik oleh guru yang sama HOS Cokroaminoto”, ujar sang komandan sembari bergerak mundur menyenderkan punggungnya ke dinding. “mereka sahabat kecil?”, Tanya si prajurit. “Tidak, mereka bukan hanya bersahabat, lebih dari itu, mereka sudah seperti saudara” jawab sang komandan seraya mengambil secarik surat dari dalam sakunya. Surat yang menjadi penentu dari lamanya persahabatan soekarno dan kartosoewiryo di dunia.

Detak demi detak jarum jam benar-benar sangat mengusik pikiran Soekarno. Pria yang sudah tidak bisa dikatan muda ini mengalami kegelisahan yang sangat. Megawati Soekarno Putri yang khusus datang dari Bandung ke Jakarta berusaha meyakinkan Ayahnya, Mega berusaha menyadarkan sang ayah, agar menepati dharmanya sebagai kepala negara, kepala pemerintahan serta tidak mencampur-adukkan antara hakikat persahabatan dengan tugas dan fungsinya sebagai kepala negara. Soekarno terdiam cukup lama, dia pandangi foto sahabatnya kartosoewiryo.

Soekarno mendadak gemetar. tiba-tiba teringat dengan betapa hangatnya suasana rumah sang guru HOS Cokroaminoto di sekitar tahun 1920-an. Seketika sang guru hadir dibayangannya. Soekarno terdiam, lama dia menatap sosok sang guru. Dan mulailah bibir sang presiden berucap, “ kau tau guru, aku sangat bingung atas semua yang terjadi dianatara kita, aku telah kau didik, tetapi aku tak bisa menjaga amanatmu atas Oetari anak sulungmu yang menjadi istri pertamaku. Aku bingung guru, Musso yang telah ku anggap guru setalah mu pun harus aku eksekusi atas apa yang dilakukan kepadaku ditahun 1948. Aku harus mengeksekusinya karena dia sangat egois atas ideologinya. Dan sekarang guru, apa yang harus aku lakukan pada sahabatku Kartosoewiryo?, diapun kini membrontak padaku guru…”. Soekarno terdiam, kedua tangannya kaku, tangan kanannya lemas memegang pena dan tangan kirinya keras memegang foto kartosoewiryo.

Pagi itu, dipulau Ubi, bertepatan dengan tanggal 5 September 1962. Detuman senjata terdengar keras di seluruh pulau. Burung-burung terkejut dan berterbangan ke angkasa dan daun-daun jati gugur ke tanah di musim gugur kala itu. dau-daun jati tidak selamanya akan berada di pohon, sebuah keniscayaan mereka akan gugur, lepas dari kehidupan rindang pohon. Daun-daun jati yang gugur bukanlah pertanda akan matinya kehidupan. Daun-daun jati gugur adalah tanda bahwa pohon jati sedang berikhtiar mempertahankan hidupnya. Daun-daun jati yang gugur ketanah akan menghambat air menguap, sehingga jati akan tetap tumbuh hingga musim semi itu tiba.

Win Ariga
Malang, 16 Desember 2013
Selengkapnya...

Jumat, 17 Mei 2013

EKSPEDISI SEMERU (29 Desember 2012 - 2 Januari 2013)

Setelah berhasil memuncaki gunung merbabu di jawa tengah, Tim DIPALA (diduga pecinta alam) kembali berhasil memuncaki puncak gunung tertinggi di pulau jawa, puncak mahameru, puncaknya gunung semeru. berbeda dengan ekspedisi sebelumnya di gunung merbabu yang hanya beranggotakan 6 orang (saya, izzul, tegar, iwan, buyung dan jamban), tim ekspedisi semeru jumlahnya lebih banyak. tim ini beranggotakan 7 orang yang terdiri dari 4 veteran ekspedisi merbabu (saya, izzul, tegar, iwan) ditambah ardian, james dan arif.

Ini adalah Video dari tim ekspedisi semeru, video ini buatan Tegar Bestarian. silakan di nikmati...

ekspedisi semeru ini berlangsung dari tanggal 29 desember 2012 hingga 2 januari 2013. di awal kami berharap bisa memuncaki semeru pada tanggal 31 januari 2012 dan menikmati pesta tahun baru di Ranu kumbolo. dan Alhamdulillah semua targetan tersebut bisa kami capai. walaupun pada saat malam tahun baruan, kita pada nyenyak tidur di tenda karena pada capek, jadi ga bisa ikut main petasan kayak tetangga-tetangga tenda. (baca paragraf berikutnya, klik kata "selengkapnya")

Gunung semeru adalah gunung paling tinggi di pulau jawa. ketinggian gunung ini adalah 3676 mdpl. lebih tinggi 531 meter dari puncak gunung merbabu (3145 mdpl). gunung ini terletak di kabupaten lumajang, Jawa Timur. cuma jika mau mendaki gunung ini lebih baik lewat Malang. karena via Malang jalur pendakiannya lebih jelas. saya ga faham kalo ada jalur pendakian selain via Malang.


tim kami berkumpul di Malang pada tanggal 29 desember 2012. lokasi pertemuan kami adalah stasiun kereta Kota Malang. saya dan izzul tiba paling awal, karena memang kami berdomisili di malang. anggota tim yang lainya datang setelah kami. tegar dari jakarta, james dari surabaya, kemudian rombongan terakhir yang terdiri dari arif, ardian dan iwan dari jogja. setelah semua lengkap, tim mulai berpetualang.

dari stasiun kami naik angkot ke tumpang. di tumpang kami berhenti sejenak di puskesmas. tujuannya untuk nge-dapetin surat sehat. soalnya surat sehat itu salah satu syarat yang diminta polhut untuk naik semeru. setelah dari puskesmas kami diantar supir angkot ke rumah bos jeep. sayangnya mobil dari si bos belum ada yang turun dari ranu pane. akhirnya kita memilih berangkat ke terminal tumpang. karena disana tempat biasanya jeep yang ke ranu pane ngetem. 
supir jeep cadangan, belum terakreditasi
biaya nyewa jeep dari tumpang ke ranu pane itu Rp.450.000. mahal? ya iya, apalagi kita cuma 7 orang. untuk ngakalinnya kita nyari tim pendaki lain. karena jeep terbuka bisa nampung sampai 15 orang. kalo 450.000 di bagi 15 orang kan lebih murah. kenanya cuma 35.000-an doang. Alhamdulillah saat kami berangkat banyak yang minta joint, jadi kami ter-ringan-kan. kami baru berangkat ke ranu pane sekitar jam 4 sore. perjalanan menuju ranu pane sangat panjang dan mendebarkan. waktu tempuhnya 2 jam, dan jalanan yang kami lalui berada di sisi-sisi jurang. kami baru sampai di ranu pane pas maghrib.
POS Ranu Pane
ranu pane adalah desa terakhir pada rute perjalanan semeru. jadi bagi yang perlengkapannya kurang, bisa cari-cari perlengkapan di desa ini (biasanya logistik). di desa yang terkenal memiliki danau ini (ranu pene) terdapat Pos Polhut. Pos ini tepat berada di samping danau. di pos ini setiap pendaki akan diperiksa kelengkapannya. untuk administrasi biasanya yang diminta yakni surat sehat dari dokter, fotokopi KTP, dan materei. untuk kelengkapan yang di data biasanya jenis dan jumlah logistik serta peralatan yang di bawa. setelah semua lengkap para pendaki melapor dan membayar biaya masuk. saya lupa berapa biayanya, soalnya bukan saya yang ngurusin saat itu.

Ranu Pane ke Ranu Kumbolo
kami berangkat dari ranu pane menuju ranu kumbolo sekitar jam 7 malam. rombongan kami tidak sendirian. karena kami berangkat bareng dengan rombongan pendaki dari surabaya (Mas fafa cs). track yang kami lalui menuju pos 1 tidak terlalu sulit, karena jalannya tidk terlalu nanjak. selain itu jalan menuju pos 1 juga bagus (di paving). menuju pos 2 juga tidak terlalu berat hampir sama dengan pos 1. ketika dari pos 2 menuju ke pos selanjutnya (3 dan 4) perjalanan mulai agak berat, karena jalannya sudah mulai nanjak. apalagi jalanan yang kami lalu saat itu becek tetapi hal tersebut tidak mematahkan semangat kita untuk sampai ke puncak tertinggi pulau jawa. setelah lebih dari 4 jam berjalan akhirnya kami tiba di Ranu Kumbolo, tepatnya kami tiba sekitar pukul 11 malam.
tim dipala di ranu kumbolo
Ranu kumbolo adalah danau yang terletak di ketinggian 2400 mdpl. Tempat ini benar-benar sangat indah. karena terbentuk dari perpaduan antara view danau, bukit dan padang rumput. di tempat inilah banyak dari pendaki mendirikan tenda.

Ranu Kumbolo ke Kalimati 
setelah puas menikmati keindahan dan kenyamanan "surganya" track semeru, kami kembali melanjutkan perjalanan. tujuan kami berikutnya adalah pos kalimati. jarak tempuhnya kira-kira sekitar 2-3 jam. kami strat dari ranu kumbolo jam 10 pagi. di awal perjalanan ke kalimati, kita akan di uji. di uji oleh tanjakan cinta. bukit ini terlihat kecil, tapi cukup melelahkan jika di daki. kenapa dinamakan tanjakan cinta? saya kurang faham, karena banyak sekali versi yang menjelaskannya. yang jelas, puncak dari tanjakan cinta itu keren. karena kita akan di suguhi 2 pemandangan yang indah. di depan puncak kita melihat oro-oro ombo dan di belakang kita dapat melihat kecantikan ranu kumbolo. 
Ranu kumblo dan track Tanjakan cinta
Setelah berhasil mendaki tanjakan cinta, kita masuk ke area oro-oro ombo. tempat ini juga sangat indah. saya ngerasa ketika berada di tempat ini rasanya damai banget. mungki karena tempat ini sangat luas dan diisi oleh padang lavender. ujung dari oro-oro ombo adalah cemoro kandang. 
terdakwa bersama oro-oro ombo
Kalimati 


kalimati adalah sabana yang cukup luas yang berada pada ketinggian 2700 mdpl atau 976 meter dibawah puncak mahameru. oleh sebab jaraknya yang dekat dengan puncak dan kontur daratanya yang datar tersebutlah, menjadikan kalimati sebagai tempat yang paling cocok untuk istirahat sebelum summit attack. selain itu, di kalimati, sekitar 1,5 Km dari lokasi perkemahan juga terdapat sumber air alami. nama sumber airnya adalah Sumber mani. tim kami tiba di kalimati pada pukul 13.00 wib. dengan demikian kami punya waktu yang banyak untuk beristirahat. karena pada pendakian semeru, para pendaki biasanya melakukan summit attack antara pukul 11 - 12 malam.
Puncak Mahameru terlihat dari kalimati
Arcapada dan Vegetasi terakhir

sebelum berangkat summit kami makan terlebih dahulu, hal ini dikarena dalam perjalanan ke puncak, kami hanya akan membawa 1 tas, dan tas tersebut hanya berisikan air. sangat sulit jika harus membawa semua tas ketika muncak. karena selain berat, medan yang akan kami lewati adalah medan yang super nanjak. tapi jangan khawatir, walau barang ditinggal di kalimati insyallah tetap aman. lagi pula, meninggalkan tas di kalimati itu sudah jadi tradisi bagi para pendaki.


kami berangkat untuk summit tepat pada pukul 12 malam. dalam perjalanan summit ini sangat banyak tim yang juga muncak. kalau boleh saya prediksi, jumlah pendaki yang muncak pada saat itu sekitar 100-an. makin banyak yang naik ada untung dan ada ruginya. untungnya, kemungkinan tersesat sangat kecil. ruginya, track akan penuh, sehingga sangat mempersulit pergerakan. dari kalimati menuju arcapada membutuhkan waktu 1 jam lebih. ketinggian arcapada adalah  2912 mdpl. di lokasi ini ternyata ada beberapa tenda yang berdiri. memang, selain kalimati, arcapada juga bisa di pakai untuk tempat membuat tenda. cuma, kalo harus bawa tas dari kalimati ke arcapada, nyerah saya. jalannya nanjak.

kami hanya berhenti sejenak di arcapada. setelah otot-otot kaki mulai bisa di ajak kerjasama lagi, kami langsung tancap gas menuju vegetasi terakhir. disebut vegetasi terakhir karena lokasi tersebut adalah tempat dimana tumbuhan sudah tidak bisa tumbuh. yang ada hanyalah gundukan pasir berbatu yang sangat tinggi. perjalanan dari arcapada ke vegetasi terakhir membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih. dengan track yang terus menerus nanjak.

Menuju Tanah Tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru (3676 mdpl)
"ini baru mulai, siapkan kemampuan terbaik" itu adalah kata yang terlontar dari seorang pendaki di dekat saya. betul juga ni orang. karena tanjakan menuju puncak itu sangat SUSAH. bayangkan kita naik gundukan pasir yang sangat tinggi, ya seperti itu lah jalan menuju puncak semeru. 3 langkah saya naik, turunnya bisa 2 langkah, karena tracknya selalu longsor, namanya juga pasir. dari vegetasi akhir ke puncak seharusnya bisa ditempuh selama 4 jam. tapi yang terjadi, saya butuh lebih dari 5 jam untuk menaklukan track pasir semeru. karena keterlambatan itulah, saya tidak bisa mendapatkan sunrise di puncak. saya hanya bisa menikmati matahari terbit di lereng-lereng semeru. walau ga dapat sunrise, saya ga akan nyerah untuk mendapatkan puncak. dan akhirnya, sekitar jam 06.30, saya bisa berdiri di tanah paling tinggi di pulau jawa, MAHAMERU. 
bersama tim DIPALA di puncak gunung semeru (3676 mdpl)
di puncak semeru saya benar-benar merasakan nikmatnya rasa indah yang di berikan oleh Allah swt. mahameru sangat luar biasa. sepanjang mata memandang, kita akan di suguhi dengan festival alam. bisa melihat kota-kota yang bertetangga dengan semeru, bisa melihat gunung-gunung yang ada di jawa timur, bisa melihat dan merasakan moment ketika semeru mengeluarkan kepulan asapnya, dan yang paling saya cita-citakan, bisa melihat samudra awan. 


seperti di puncak merbabu, perjalanan ke puncak kami tutup dengan ritual, minum-minum... kocok fantanya sob!
Selengkapnya...

Senin, 22 April 2013

THE A.B.C . MURDERS -- AGATHA CHRISTIE (1936)

The A.B.C. Murders, salah satu judul novel cerdas karangan Agatha Christie. Pertama kali melihat novel ini, aku sempat memandangnya dengan sebelah mata. Karena di awal novel banyak sekali dibumbui dengan dialog-dialog “yang katanya” humor kelas atas khas Inggris yang sejujurnys bagi ku sangat tidak lucu dan tidak menarik. Di awal novel ini memang benar-benar terasa begitu datar dan amat biasa. Dari bagian 1 hingga akhir bagian 4, Tidak ada suatu hal yang rumit yang dijelaskan dengan sangat cerdas oleh Mr. Hercule Poirot, si tokoh di dalam novel ini. 

Tapi, ketika masuk kedalam bagian ke-5 dari novel ini, aku mulai sedikit serius. Karena aku melihat Mr. Poirot mulai memberikan kesimpulan-kesimpulan cerdas mengenai beberapa hal. Salah satu hal rumit yang berhasil diuraikan oleh Mr. Poirot dalam bagian ke-5 novel ini adalah ketika dia (Mr. Poirot) membuat kesimpulan cerdas yang tidak lazim. Dia berkesimpulan kalau pembunuhan yang terjadi di Andover yang menimpa Mrs. Ascher bukan dilakukan oleh suaminya. padahal, kesimpulan mayoritas setiap tokoh dan mungkin pembaca akan mengarahkan tuduhan pada Mr. Ascher, seorang pemabuk berkebangsaan jerman yang kasar.

Mr. Poirot memberikan kesimpulan tersebut dengan sangat hebat. Dia seakan merekonstruksi adegan pembunuhan di otaknya. Dan diwaktu yang sama dengan otak yang sama pula, dia juga men-seleksi pihak-pihak dan karakter-karakter yang mungkin terlibat dalam kasus pembunuhan di Andover. Bagiku itu hebat. Menggambarkan situasi kejadian dan mencocokkannya dengan bergbagai variabel yang berupa karakter tertuduh dan akhirnya mengambil sebuah kesimpulan besar hasil dari seleksi motif, analisa psikologi dan, dengan peluang terjadinya pembunuhan

(tulisan ini belum selesai, he3)
Selengkapnya...

Kamis, 11 April 2013

BAGI RAPORT

kemarin rabu adalah hari yang sangat menegangkan bagi adik-adik yang saat ini duduk dibangku SD. karena pada hari itu ada moment yang biasanya membuat para bocah seperti seakan-akan sedang duduk di bangku pesakitan. yah, moment besar itu adalah moment bagi raport. agenda semesteran yang selalu terjadi berulang-ulang dengan tingkat tekanan yang selalu bervariasi. karena juga tergantung dari tingkat dinamika kelas. yang pinter akan lebih santai jika teman-teman di kelasnya banyak yang ga pinter. tapi, beda kejadiannya jika dia (si pinter) ada dikelas yang isinya pinter semua. 

rabu itu aku sedang berjalan menuju kampus. ketika itu banyak kutemui anak-anak SD yang berjalan berdampingan bersama orang tuanya. macam-macam ekspresi yang terbentuk di wajah anak-anak berseragam putih merah itu. ada yang tertunduk lesu ada juga yang riang seakan tidak terjadi apa-apa di hari rabu itu. ekspresi orang tua mereka juga macam-macam. ada yang sumingrah, ada yang kecut dan bahkan ada yang berjalan dengan tatapan kosong. 

melihat fenomena bagi raport membuat diriku mengenang kembali masa-masa SD. moment bagi raport sangat-sangat menegangkan. apalagi ketika bagi raport pertama kalinya, yakni raport siswa SD kelas 1 caturwulan 1. untungnya ketika moment tersebut aku bisa mendapatkan peringkat 5 dikelas. yah, bagus enggak jelek juga enggak, lumayanlah. ketimbang 2 sahabatku, idham sama siapa lagi lupa namanya, mereka ga naik kelas.

tetapi seungguhnya bagus atau tidak raport yang nilai adalah, orang tua. bagus dapet bakso, jelek dapat semprot. kalo raport ku bagus biasanya aku akan keluar masuk rumah seakan seorang raja yang keluar masuk istana. tapi kalo raport ku jelek, pohon belimbing depan rumah atau pohon belimbing sayur di pertigaan jalan antara keruing dan melur (kota depok) adalah tempat yang paling pas untuk bersembunyi. tapi, biasanya, sejelek-jeleknya raport SD ku, lebih jelek lagi raport SD si Haikal (adik kandung pertama). jadi biasanya haikal bisa dijadikan pengalih isu. he3 

pernah suatu ketika nilai matematika ku mendapat 6. aku benar-benar sangat takut untuk pulang ke rumah. nilai 6 itu sangat mencoreng, bukan hanya untuk ku tetapi juga untuk keluargaku (lebay). wajar, ibu ku seorang guru begitu juga dengan bapak ku. sangat ga asyik rasanya jika ibu ku yang guru di beri nasihat oleh guru-guruku. jadi, setelah pulang sekolah (bagi raport), aku langsung lari. lari ke pohon belimbing sayur di depan kios mak irot. harapannya ibu ku tidak menemukan ku. tapi, ujung-ujungnya juga ketemu. ya iya lah, pohon belimbing sayur tingginya ga sampai 5 meter. gampang banget terlacak.

semprotan itu biasa, karena dengan itu, akhirnya aku punya semangat untuk memperbaiki keadaan. didikan orang tua ku memang sangat keras. maklum, karena kami bersaudara 5 cowok semua. jadi selalu dibiasakan untuk terus bertarung dengan kehidupan. dibiarkan agak bebas tapi dengan sanksi yang keras. bahkan, kalo tangan ga bisa bikin jera kenakalan kami, sapu pun bisa jadi pilihan. tapi memang cara ini cukup ampuh. akhirnya kami ga nakal-nakal banget. minimal ga berani sama orang tua. 

moment bagi raport memang selalu seru. tapi bijak menilai seorang anak baik atau buruk tidak semata-mata dengan nilai-nilai yang tertulis di raport. ada anak yang nilainya bagus-bagus tapi nakal, dan ada pula sebaliknya. raport hanyalah angka-angka yang tidak bisa merepresentasikan tingkat kemanusiaan kita. alagkah baiknya orangtua mengajari kepada anak-anaknya untuk terus belajar. tapi bukan semata untuk juara 1 di kelas. tapi lebih dari itu.

ibu ku pernah bilang, "buat apa juara 1, pinter, prestainya banyak, tapi ga pernah sholat". pintar itu harus seimbang antara apa yang ada di raport dan di kehidupan nyata. pintar itu, seharusnya juga memudahkan kita untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. harapanku, adik-adik kemarin yang baru saja bagi raport, ilmunya yang didapat disekolah dapat membuat mereka hidup lebih dewasa. dan dewasa ini adalah dewasa yang sesungguhnya. bukan dewasa abal-abal. bukan dikatakan dewasa jika anak SD bisa nyanyi lagu cinta dan penampilannya dimirip-miripin sama boy band
Selengkapnya...

Senin, 08 April 2013

DI TOLAK ARJUNO

setapak demi setapak kaki yang telah banyak luka ini menuruni jalur pendakian gunung arjuno. dan di setiap tapakan kaki dikala turun gunung membuat hati ini seakan ikut jatuh di pusaran terbawah dari rasa sesal. ya, rasa sesal yang hadir dikarenkan kaki ini harus turun disaat puncak gunung arjuno belum bisa ku jamah.

ketika petir saling sahut menyahut, di sertai amuk angin yang ingin menghempaskan pohon tak berdaya, seketika ku teringat ayat Allah swt dalam surat Al-Baqarah 216. rasa sesal yang sedari tadi selalu menghantuiku kini berubah menjadi rasa sesal atas sikap penyesalanku. aku sadari, pilihan untuk mundur dari pendakian adalah takdir Allah swt. yang nilai akurasi kebaikannya lebih tinggi dari sekedar ego ku sebagai manusia. 

dan seandainya perasaan sesal itu masih ada, aku rasa itu sikap yang sangat jahat. karena jika memaksakan untuk ke puncak di saat para sahabat kita sudah tidak sanggup mendaki. berarti sama saja dengan sikap ingin menang tapi dengan mengorbankan rasa kemanusiaan. kata-kata "it's not the mountai we conquer but ourselves" sepertinya sangat tepat dan bijak menjadi acuan dikala memilih kondisi seperti yang tim pendakian kami alami di Arjuno.

"boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu", tidak ada pendaki yang tidak kecewa dikala harus memutuskan untuk berhenti mendaki di saat puncak belum dijamah. "dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu". tetapi dikala kondisi dimana harus memilih untuk tetap mendaki ke puncak, padahal resikonya sangat tinggi, bukan hanya untuk diri pribadi tetapi juga untuk tim. mungkin saja rasa sesal yang hadir dikarenakan gagal kepuncak, ternyata masih lebih kecil dari rasa sesal yang hadir disaat diri ini atau sahabat kita menjadi korban atas semua keinginan ego kita. "Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".

pendakian gunung Arjuno ini merupakan pendakian pertama ku yang gagal. tapi kedepannya sangat mungkin aku akan kembali mengulang pendakian di gunung ini. tentunya dengan persiapan yang jauh lebih matang. dan mungkin lebih memperhatikan saran-saran "mistis", seperti, kata Hananto: "Arjuno itu simbol ke-gantengan, jadi hanya yang ganteng yang bisa sampai puncak, yang ga ganteng kena badai (he3)". kemarin naiknya sama Ukasyah, jadi jelas kena badai, wkwk. mungkin besok naiknya bisa bawa Afghan, Herjunot, atau artis Indonesia yang cakep lainnya. wkwk

terimakasih buat pengalaman yang sangat luar biasa, buat Ukasyah, Hananto Adi, Hilman Arif dan Nugroho Wiratama... 
Selengkapnya...

Senin, 25 Juni 2012

KEMENANGAN DR. MUHAMMED MORSY: BUAH KEGIGIHAN DAN KESABARAN IKHWANUL MUSLIMIN SELAMA 84 TAHUN


Pada suatu pertemuan dipenjara , beberapa ikhwan bernostalgia atas kenangan-kenangan perjuangan mereka terutama ditahun 1965. Dalam pertemuan itu salah seorang ikhwan bercerita jika ia pernah berhadapan dengan seorang algojo bernama Abbas Nafal (dikenal dengan nama Isymawi), dialah yang melaksanakan eksekusi hukuman mati dipenjara tahap awal. Ikhwan ini bertanya pada si algojo tentang kesaksian dan penglihatannya terhadap para ikhwan syuhada (Sayyid Quthb, Muhammad Hawasy, dan Abdul Fatah Ismail) ketika akan dieksekusi di tiang gantungan. Maka algojo itu merasa kesulitan, bimbang, dan bergetar. Akan tetapi ia menjawab, “cukuplah anda ketahui bahwa mereka telah keluar untuk menuju kematian dengan penuh keberanian, keyakinan, keimanan, dan keteguhan” (Syekh Abbas As-Sisiy dalam bukunya Hikayatun ‘Anil-Ikhwan)[1]. 


Tepat pada tanggal 24 Juni 2012 pukul 16.00 waktu Kairo, Ratusan Ribu orang yang memadati tahrir square langsung sujud syukur ketika Ketua Komisi Pemilihan Umum Mesir, Farouk Sultan, mengumumkan bahwa calon presiden dari Ikhwanul Muslimin, Dr. Mohammed Morsy, memenangkan pemilihan umum Mesir. Euphoria kemenangan ini bahkan tidak hanya terjadi di Mesir, tetapi menular hingga keseluruh penjuru dunia. Koran, stasiun TV, media online, social media, hingga sms semua membahas kemenangan Dr. Muhammed Morsy. 

Kemenangan Dr. Muhammed Morsy yang merupakan calon presiden dari Ormas Ikhwanul Muslimin terasa sangat fenomenal. Bukan dikarenakan kemenangan ini menjadi kemenagan beruntun Ikhwanul Muslimin dalam proses demokrasi di Mesir (sebelumnya FJP memenangi pemilu legislative Mesir). Tetapi lebih dikarenakan keberhasilan Ikhwanul Muslimin yang mampu meyakinkan publik Mesir atas segala fitnah yang terus menerus dilayangkan oleh barat yang menganggap Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris. Pemilu ini menjadi bukti bahwa rakyat Mesir lebih percaya kepada Ikhwan ketimbang propaganda barat. Realitas dakwah mengalahkan propaganda anti Islam. 

 Buah Dari Tiap Tetes Darah yang Tumpah Selama 84 Tahun 

“mereka tidak isti’jal (terburu-buru) menikmati buah dakwah. Mereka sabar, bahkan dalam penderitaan” tulis seorang Ikhwan KAMMI Pusat ketika merespon kemenangan Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir. Kata-kata tersebut benar adanya. Karena semenjak IM lahir pada tahun 1928 di bumi Mesir, banyak sekali cobaan kehidupan yang Allah berikan untuk menguatkan dakwah mereka. IM bahkan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di tiga era presiden Mesir, yaitu sejak Presiden Gamal Abdel Nasser yang berkuasa pada 1956-1970, berlanjut ke Presiden Anwar Saddat (1970-1981), hingga Presiden Hosni Mubarak (1981-2011) [2].

Bukan saja dilarang untuk beraktifitas, tokoh-tokoh IM pun banyak yang syahid ditangan kediktatoran para pemimpin-pemimpin Mesir yang dzalim. Mursyid ‘Aam pertama IM Imam Syahid Hasan Al-Banna syahid setelah puluhan peluru bersarang ditubuhnya. Sayyid Quthb, Muhammad Hawasy, dan Abdul Fatah Ismail syahid setelah tergantung di tiang gantungan. Faruq Al-Minsyawi syahid setelah ditusuk oleh seorang tahanan kriminal suruhan tentara tahanan Mesir. Atau seperti Kamal as-Sanasiriy yang syahid setelah disiksa oleh sipir penjara namun difitnah oleh pemerintah Mesir jika beliau mati karena bunuh diri. Dan masih banyak kisah perjuangan lainnya yang sangat syarat akan keteladanan.

kesabaran dalam mengarungi jalan dakwah bukan saja terjadi pada mereka yang hidup di era IM sebelum Dr. Muhammed Morsy. karena dari catatan yang ada, para pimpinan IM seringkali ditahan oleh pemerintah di setiap generasi. Dr. Muhammad Morsy sendiri pernah ditahan sebanyak dua kali oleh pemerintahan Mubarok. pada tahun 2005 beliau pernah dipenjara selama 7 bulan karena keikutsertaannya dalam aksi-aksi protes mendukung hakim-hakim reformis. beliau kembali dijebloskan ke penjara pada 28 January 2011, sehari setelah IM mengumumkan bergabung dengan barisan anti rezim Mubarok.

“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk disekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (al-Buruuj: 4-8). Mereka para syuhada yang telah menjadikan dirinya api dijalan Allah, demi menerangi jalan di hadapan generasi-generasi yang sedang menantikan kemenangan Islam yang agung, kini mendapatkan secercah harapan. dan harapan dalam kesabaran selama 84 tahun tersebut kini hadir pada generasi Dr. muhammed Morsy. generasi yang kini telah melahirkan Presiden Mesir pertama yang pernah merasakan pahit manisnya mendekam di penjara.

Sabar Itu Strategy Bukan Kepasrahan

Banyaknya tekanan yang diberikan oleh pemerintah Mesir kepada IM selama 84 tahun ternyata tidak membuat organisasi ini makin mengendurkan agresifitas dakwahnya. Teladan para Qiyadah berupa ke syahidan membawa dampak yang sangat luar biasa kepada para jundi-jundi dakwah yang ada di basis. Ketika diatas tanah Mesir IM ditolak oleh pemerintah maka strategi bawah tanah menjadi pilihan paling realistis. Semakin banyaknya tekanan yang diterima makin kuat pula kesabaran dalam merespon tekanan. Sehingga kesabaran dalam berstrategy menjadi hal yang sangat mutlak. 

IM tidak akan mungkin besar dan memenangkan pemilu Mesir jika mereka hanya pasrah ketika mendapat perlakuan dzalim dari penguasa. Tentunya IM sangat tahu jika kemenangan bukan berasal dari hal macam itu (kepasrahan), kemenangan itu hanyalah dapat diraih dengan kesabaran dalam menjalankan strategi dakwah. Kenapa organisasi seperti IM yang di labeli pemerintah Mesir sebagai organisasi terlarang malah memiliki basis paling kuat dan paling militant di Mesir? Jawabannya adalah pada Wasail (perangkat) dakwah IM yang mutlak. Dan wasail ini tentunya ketika berproses membutuhkan waktu.

Imam syahid Hasan al-Banna [3] menjelaskan bahwa wasail IM ada tiga, yakni “Iman yang dalam, Takwin (pembentukan pribadi muslim) yang jeli, dan amal yang berkesinambungan”. Inilah dasar dari strategi IM untuk membentuk basis yang kuat dan militant. Iman yang mendalam akan membentuk pribadi kader yang tidak akan takut akan segala apapun kecuali Allah. Tidak juga membuat mereka malu untuk berdakwah ditengah msayarakat. Takwin yang jeli akan membentuk pribadi-pribadi kader memiliki sepirit Muslim Negarawan/Pemimpin yang soleh. Takwin adalah kunci produksi kader untuk di-distribusikan kepada titik-titik strategis sosial kemasyarakatan. Sedangkan Amal yang berkesinambungan adalah kunci dari kedekatan masyarakat kepada kader dakwah. karena amal bagi kader dakwah tidak sempit hanya pada amal yg sifatnya untuk diri sendiri. Kader dakwah harus mampu beramal sosial sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dakwah.

Ketika IM bersabar selama 84 tahun, maka bukan berarti IM pasrah. 84 tahun adalah waktu yang digunakan IM untuk memproduksi kader dengan kuantitas besar dengan kualitas bagus. Sehingga ketika Mubarok jatuh ketika revolusi 25 januari 2011, Hanya IM yang siap untuk memegang pemerintahan transisi. Ini dikarenakan IM punya segala sumberdaya yang siap pakai. Baik itu jumlah masa (hasil dari amal), kredibilitas kadernya yang teruji di pemerintahan (hasil dari taqwin), dan mental yang kuat dalam mengusung perubahan (hasil dari keimanan yang dalam). Masyarakat Mesir seakan-akan di “skak mati” oleh pesona IM. Sehingga hanya ada 2 pilihan bagi masyarakat mesir. Bersama Ahmed Syafiq yang antek Mubarok atau bersama Dr. Mohammed Morsy yang Islamis? Tentunya angin sejuk akan lebih berhembus ke Morsy, dan itu benar.

Tantangan Terbesar itu adalah “Hari Ini”

Beban berat kini ada pada Dr. Muhammed Morsy dan Ikhwanul muslimin. Beban berat itu berupa rakyat yang jumlahnya sebanyak 50 juta jiwa dengan segala masalahnya. IM tentunya tahu, jika meyakinkan masyarakat akan kerja IM dalam menghadapi keadaan mesir yang tidak kondusif, tidak semudah meyakinkan kader IM dalam kesabaran. IM mau tidak mau harus mampu meyakinkan masyarakat jika memang mereka lebih baik dari Mubarok. Karena jika gagal, bukan hanya kursi Dr. Muhammed Morsy yang akan direbut oleh kelompok politik non-IM. Tetapi lebih dari itu, tingkat kepercayaan masyarakat atas Islam yang menjadi solusi akan makin terdistorsi.

Semoga Allah swt memberikan ketabahan dan kebarokahan bagi saudara kita yang ada dibelahan bumi Mesir. Dan semoga, efek dari kemenangan Dr. muhammed Morsy dapat menambah semangat parai da’i yang ada di Indonesia. Membuat jiwa-jiwa dan hati ini makin yakin, jika Islam adalah solusi terbaik dalam menyelesaikan segala permasalahan dunia. Wallahu’alam

Daftar Pustaka 
1. Abbas as-Sisiy. 2001. Ikhwanul Muslimin dalam Kenangan. Gema insani Press: Jakarta 
2. Antara news. 2012. Organisasi Terlarang Mesir Itu Akhirnya Berkuasa 
3. Hasan al-Banna. 1997. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimun. Intermedia: Solo
Selengkapnya...

Jumat, 27 April 2012

SEKULARISME “PLUS” DAN POST-ISLAMIS


Istilah sekularisme “plus” yang jadi judul tulisan diatas sebenarnya penulis ambil dari ide nyeleneh seorang Ulil Abshar Abdallah dalam makalahnya yang berjudul “Revolusi Post-Islamis di Dunia Islam”. Istilah yang nyeleneh ini sebenarnya merupakan gambaran mengenai habitat baru yang menjelaskan hubungan antara Islam dan negara yang cukup aneh belakangan ini, terutama di negara-negara muslim yang berfaham sekuler.

Dikatakan aneh karena hubungan antara gerakan Islamis dan negara yang dulu sangat kaku dan kesannya saling bertentangan, saat ini malah mengalami hubungan yang sangat mesra. Bahkan hubungan yang terjadi diantara keduanya memugkinkan terjadinya proses simbiosis yang saling menguntungkan. Walau kenyataan dilapangan tidak dipungkiri masih ada rasa saling curiga.

Mempertentangkan Demokrasi dengan Sekularisme 

Asal muasal istilah sekularisme “plus” sebenarnya dilatarbelakangi dari hadirnya jembatan yang menghubungkan antara gerakan Islamis yang menurut Fealy dalam Muhtadi (2012), sebagai gerakan yang sangat gigih memperjuangkan formalisasi syariat Islam secara kaffah melalui instrument negara, dengan rezim pemerintahan penganut konsep negara sekuler yang ber-moto-kan “agama untuk Tuhan sedangkan negara untuk semua” (‘Imarah, 1998).

Jembatan  penghubung atas kekakuan yang selama ini menjadi jurang antara konsep Negara agama dan Negara bangsa salah satunya adalah demokrasi. walau sebenarnya masih ada kelompok-kelompok Islamis yang menolak demokrasi, namun jumlahnya sangat minim. Assyaukanie (2011), menyatakan bahwa hanya kelompok-kelompok kecil radikal yang belum bisa menerima demokrasi. 

Demokasi kini dinilai sebagai alat yang sangat baik bagi kalangan Islamis. karena menurut Dahl dalam Chrisnandi (2010), demokrasi dapat menjamin hak-hak fundamental warga-negaranya yang tidak dapat diberikan oleh rezim non-demokratis yang otoriter. Karena memang susahnya proses Islamisasi selama ini dikarenakan sikap keras pemerintah akibat ngototnya kaum islamis yang ingin memformalisasikan Islam dalam institusi Negara.   

Bahkan dengan makin “ke-tengah-nya” gerakan Islam akibat menerima demokrasi. lambat laun gerakan Islamis juga mulai menikmati buah dari demokrasi. Sehingga muncul rasa nyaman untuk terus hidup dalam system ini. Karena berkat demokrasi, kelompok-kelompok Islam dapat menyeruak ke ruang-ruang public dan memunculkan kebangkitan agama (Assyaukanie, 2011).

Selain itu, keterbukaan inilah yang akhirnya menyebabkan institusi Negara juga memperlunak tekanan terhadap gerakan Islam. Karena memang secara perlahan kaum Islamis juga menentukan kehidupan bernegara karena ikut dalam pemerintahan. Dan dititk inilah varian baru dalam sekulerisme lahir. Yang diistilahkan oleh Ulil Abshar (2011), sebagai sekularisme “plus”. Yakni sekularisme dalam pengertian negara yang netral terhadap agama.

Meminjam Istilah Stephan dalam Abshar (2011), sekularisme “plus” dapat diterjemahkan dalam bentuk twin toleration. Yakni, negara menoleransi agama dan bersikap netral terhadapnya. sebaliknya agama tak memaksakan sebuah “ideologi komprehensif” (istilah dari John Rawls) tertentu kepada negara. Tak ada permusuhan antara kedua belah pihak di sini; sebaliknya terjadi kerjasama atau kesepakatan antara keduanya untuk saling membantu.

Kelahiran Post-Islamis dari rahim Sekularisme “plus”

Penulis berkesimpulan bahwa sekularisme “plus” sebenarnya merupakan sebuah habitat yang paling baik bagi gerakan Islam garis tengah (Moderat). Karena demokrasi yang dianut oleh pemerintah menguntungkan aktifitas dakwah kelompok ini, baik itu keuntungan aktifitas politikya maupun dakwah culturalnya. Sehingga mengakibatkan kelompok ini mau tidak mau harus bisa lebih dalam lagi terjun kedalam demokrasi untuk meraih kekuasaan.

Namun seringkali usaha Islamisasi pemerintahan yang dilakukan oleh kelompok Islam moderat sangat sulit. Karena jika kelompok Islam Moderat ingin berdampak besar dalam mengatur negara. Mereka mau tidak mau harus mengikuti budaya demokrasi dengan mengikuti elektoral. Dan dititik inilah dilema kelompok Islamis mulai nampak. Memilih untuk tetap pada pola-pola otentik “Islamis” atau cenderung pragmatis (Munandar, 2011). Pilihan-pilihan tersebut tentunya akan berimbas terhadap jumlah konstituen dan political opportunity structure dari kelompok Islamis. 

Prof. Greg Fealy dalam pengantarnya pada buku “Dilema PKS: Suara dan Syariah” karya Burhanuddin Muhtadi (2012), menjelaskan bahwa kelompok Islamis pada akhirnya mengabaikan agenda dan cita-cita ideologis mereka dalam memperjuangkan tegaknya Negara Islam. dan pada perkembangan berikutnya, mereka lebih menekankan nilai-nilai substantive Islam dan mengedepankan agenda yang universal terkait dengan isu-isu tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi serta pertumbuhan ekonomi.

Dengan makin melunaknya kelompok Islamis terhadap konsep Negara bangsa. Menandai bahwa telah terjadinya loncatan ideology, dari semula yang Islamisme menuju Post-Islamisme. Loncatan ini sekali lagi merupakan bentuk dari adaptasi dengan lingkungan sosial-politik yang dipilih oleh gerakan Islamis untuk bisa mendominasi ruang-ruang public (Assyaukanie, 2011). Atau dengan kata lain, pilihan perjuangan kelompok post-Islam lebih kepada “pencitraan” kader dakwah yang professional dan sukses dalam mengelola Negara. Sehingga istilah “Islam adalah solusi” tetap dapat terealisasi walau hanya secara substantive, Seperti kerja AKP di Turky yang sangat dicintai masyarakat sekuler.

Post-Islamis: Antara Sekularisme Klasik dan Teokrasi 

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai post-Islamisme , alangkah baiknya jika berbicara mengenai habitat asli dari post-Islamis. kelompok post-Islamis biasanya hidup di lingkungan kental nuansa sekularisme. Namun sesungguhnya habitat asli dari post-Islamisme adalah Sekularisme “yang tertundukkan” atau “sekularisme plus”. Sehingga salah jika mengatakan gerakan Post-Islam adalah budak Sekularisme.

Meurut Ulil Abshar (2011), Post-Islamisme sama sekali tidak sekular, bahkan tetap menunjukkan sentimen negatif kepada setiap bentuk ekspresi sekularisme, tetapi dia juga menolak teokrasi dan penerapan platform ideologis-keagamaan, seperti hukum syariah, secara kaku dalam kenyataan politik sehari-hari. 

Yang perlu digaris bawahi, gerakan post-islami tidak dalam artian menolak hukum syariah, yang ditolak oleh mereka adalah hukum syariah yang kaku dan tidak sesuai dengan realitas politik. Karena bagaimanapun gerakan post-Islami masih sangat berkaitan dengan lingkungan sekularisme. Lingkungan yang dimana hukum merupakan nota kesepakatan bersama yang diproduk melalui konstitusi (Matta, 2002). Sehingga jika terjadi pemaksaan akan nilai-nilai Islam kedalam Negara, dikhawatirkan akan menyulut kembali pertikaian lama yang “kontra produktif” tentang konsep Negara.

Sekularisme di ujung tanduk

Mungkin sampai saat ini masih banyak yang bertanya, apa keuntungan dari gerakan post-Islamis terhadap perkembangan dunia Islam? Mengingat post-Islam seakan-akan terkurung dalam bingkai sekularisme. Bahkan kesannya menafikan hukum agama dalam mengatur urusan pemerintahan. Bagi penulis pertanyaan kritis semacam ini memang sangat perlu diajukan untuk menguji kelayakan gerakan post-Islam.

Sangat tidak tepat sebenarnya jika mengatakan bahwa gerakan post-Islam disandera oleh sekularisme. Karena kenyataan yang terjadi, sekularisme lah yang tersandera oleh post-Islam. Seperti menurut Munandar (2011), gerakan post-Islam memang seringkali mengambil langkah-langkah pragmatis, namun tanpa keluar dari bingkai idealismenya. Sebagai contoh adalah gerakan post-Islam di turki yang berhasil menyandera pengertian sekularisme koersif yang dikawal oleh militer, menjadi sekularisme yang aman terhadap agama (Assyaukanie, 2011). Sehingga AKP sampai saat ini tidak bisa diutak-atik oleh para kemalisme. 

Dengan demikian, sangat Nampak jika sekularisme klasik sudah berada diujung tanduk dan siap digantikan oleh sekularisme “plus” yang masih lebih ramah terhadap gerakan Islamisme. Selain menyingkirkan makna dari sekularisme klasik, gerakan post-Islam yang memanfaatkan demokrasi sebenarnya sedang membangun peradaban Islam yang kokoh. Detailnya seperti apa?

Menurut Muhtadi (2011), stabilitas demokrasi ditentukan oleh dua unsur yang sekilas tampak kontradiktif. Pertama, unsur ‘aktif’ yang merekomendasikan adanya partisipasi politik warga dan keterlibatan politis (political engagement). Kedua, unsur ‘pasif’ yang meniscayakan adanya budaya politik yang toleran secara politik dan sikap percaya antarwarga (interpersonal trust).

Kombinasi apik dua unsur aktivisme dan pasifisme demokrasi ini, menurut Almond dan Verba (1963), akan membentuk kultur politik yang moderat yang akan memberikan garansi bagi terkonsolidasinya sebuah rezim demokrasi. Teori inilah yang menjadikan AKP di Turki sangat kuat, karena rezim demokrasi yang dipegang oleh kaum Reformis Islam telah mengalahkan kedigdayaan kemalisme.

Dan pertanyaan berikutnya, apakah gerakan post-Islam akan berubah kembali menjadi Islamisme ketika masyarakat memutuskan untuk memberikan dukungan penuh dalam electoral terhadap gerakan Islam? Wallahu’alam

Daftar Pustaka

Abshar, Ulil. 2011. Revolusi Post-Islamis di Dunia Islam. Makalah Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta.

Assyaukanie, Luthfi. 2011. Pembaruan Agama dan Sekularisasi dalam Islam. Makalah Komunitas Salihara, Jakarta: 9 hal. Tidak dipublikasikan

Chrisnandi, Yuddy. 2010. Strategi kebangsaan Satrio Piningit 2014. Ind Hill Co. Jakarta. 238 hal

‘Imarah, Muhammad. 1998. Perang Terminologi Islam versus Barat. Robbani press. Jakarta. 302 hal

Matta, Anis. 2002. Menikmati Demokrasi. Pustaka Saksi. Jakarta. 187 hal

Muhtadi, Burhanuddin. 2011. Demokrasi Zonder Toleransi Potret Islam Pasca Orde Baru. Makalah Komunitas Salihara, Jakarta: 13 hal. Tidak dipublikasikan

Muhtadi, burhanuddin. 2012. Dilema PKS Suara dan Syariah. KPG. Jakarta. 307 hal

Munandar, Arif. 2011. Antara Jemaah dan Partai Politik: Dinamika Habitus Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dalam Arena Politik Indonesia Pasca Pemilu 2004. Disertasi Pascasarjana UI, Depok: 45 hal. Tidak dipublikasikan
Selengkapnya...

Kamis, 22 Maret 2012

BBM (Benar-Benar Menyengsarakan) Rakyat!

“Maafkan kedua orangtuamu, kalau tak mampu beli susu, BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi”(Galang Rambu Anarki by Iwan Fals)

Jika kita merenungi lirik lagu Iwan fals diatas, maka tergambarlah kondisi rakyat kecil Indonesia saat ini. Hidup mereka digambarkan oleh Iwan Fals dengan penuh penderitaan dan penuh penindasan. Bagaimana tidak, bertubi-tubi rakyat kecil dihajar terus menerus dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro akan nasib mereka. Mereka orang kecil selalu dipaksa banting tulang bukan saja untuk mempertahankan kehidupan mereka sendiri, tapi juga untuk ratusan juta orang Indonesia lain yang tidak sadar. Tidak sadar kalau mereka hidup dari pengorbanan rakyat kecil.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dimulai pada 1 April 2012 nanti merupakan pukulan keberikutnya dari Pemerintah yang akan diterima oleh rakyat Indonesia. Pemerintah Indonesia yang dinahkodai oleh duet SBY-Boediono dirasa sudah putus asa menghadapi kemelut ekonomi dunia yang berdampak pada Negara Indonesia. Sehingga dengan keterputusasaan itu Pemerintah meminta rakyat Indonesia untuk kembali bersabar membantu meringankan beban Negara. Yang tidak lain beban Negara yang dimaksud adalah rakyat Indonesia itu sendiri.

Karena yang harus kita mengerti, akar masalah kenaikan BBM sebenarnya adalah pada jebolnya APBN, yang dikarenakan terlalu besarnya pengeluaran Pemerintah, terutama pada pos anggaran subsidi di APBN 2011. Sehingga kesimpulan yang ditarik oleh Pemerintah Indonesia, jebolnya APBN saat ini dikarenakan oleh rakyat. Karena Pemerintah merasa APBN Negara ini terlalu besar porsi pengeluarannya untuk subsidi rakyat. Sehingga dirasa perlu dikurangi porsinya untuk menyelamatkan keuangan Negara. Oleh karena itu Pemerintah menawarkan dua opsi yang sangat membebani pikiran rakyat saat ini. Kedua opsi yang ditawarkan tersebut yakni menaikkan harga BBM atau mengurangi subsidi bagi rakyat

Omong-kosong kenaikan BBM

Ada tiga alasan besar yang sebenarnya melatarbelakangi keinginan Pemerintah menaikan harga BBM di awal april nanti. Seandainya ingatan kita kuat, pasti ketiga alasan ini pernah kita dengarkan dikenaikan BBM ditahun-tahun sebelumnya. Karena alasan yang diberikan memang sangat kelasik. Ketiga alasan itu yakni Pertama, Pemerintah menaikkan harga BBM dikarenakan jumlah produksi minyak mentah Indonesia tidak sesuai harapan (defisit). Jumlah minyak yang diproduksi tidak mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri.

Alasan yang kedua, Pemerintah merasa perlu menaikan BBM karena harga minyak dunia terus merangkak naik. Dalam asumsi anggaran pada APBN 2012 harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditaksir hanya sebesar US$ 90 per barel. Kenyataan yang terjadi dilapang ICP terus naik. Dari januari-february saja ICP ada diangka US$ 116 per barel dan angka ini diprediksi akan naik kembali hingga menembus angka US$ 120 per barel.

Ketiga, menurut survei yang dilakukan Pemerintah, distribusi BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan bahwa 77% pengguna BBM bersubsidi merupakan golongan masyarakat menengah keatas dan sisanya baru masyarakat golongan menengah kebawah. Sehingga Pemerintah merasa kebijakan subsidi sangat merugikan Negara. Kalau subsidi terus diberikan maka akan merugikan hak rakyat kecil

Dari ketiga alasan yang diberikan pemerintah, menurut penulis semua alasan tersebut hanyalah omong-kosong belaka. Karena kalau kita bedah satu persatu alasan tersebut, maka kita akan mendapati faktor-faktor yang menjadi sebab keaikan BBM asal-muasalnya berawal dari burukya kebijakan pemerintah disektor migas. Pada alasan pertama, Pemerintah benar kalau mengakui produksi minyak Indonesia turun. Tapi pertanyaannya kenapa bisa turun?. Ada beberapa alasan yang bisa menjawab kenapa produksi minyak Indonesia turun. Pertama, dari data Kementerian ESDM tahun 2009, produksi minyak Indonesia yang diproduksi oleh Pertamina hanya sebesar 13,8%. Sisanya dikuasai oleh swasta asing seperti Chevron (41%), Total E&P Indonesie (10%), Chonoco-Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%).

Kedua, dari penelitian US Geological Survey Oil & Gas Journal (1995-2000) didapati fakta bahwa cadangan minyak Indonesia hanya mampu ditambang 10-15 tahun lagi saja. Dan anehnya Kementeriaan ESDM Indonesia baru akan menarget porsi operator perusahaan nasional dalam produksi BBM hingga 50% baru ketika tahun 2025. Dan Ketiga, usaha Pemerintah untuk mengurangi ketergantungan rakyat pada BBM dengan cara konversi BBM ke energy non-BBM sangat setengah hati. Biaya yang ideal untuk konversi BBM ke BBG sebenarnya Rp. 2,9 T, tapi kenyataannya pemerintah hanya mengucurkan biaya untuk konversi senilai Rp. 960 M. kebijakan ini sangat aneh, mengingat cadangan minyak Indonesia terancam akan habis.

Hampir sama dengan alasan pertama, alasan yang kedua pemerintah menaikan BBM sangat omong-kosong. Karena pemerintah seakan-akan menuduh jebolnya APBN dikarenakan tingginya subsidi untuk rakyat. Kalau kita bedah APBN 2011 dan APBN 2012, akan kita temui angka-angka yang sangat menyakitkan. Pada APBN 2011, persentase jumlah subsidi pada APBN menduduki peringkat pertama yakni 26,12%. Sedangkan pada APBN 2012, persentase subsidi untuk rakyat berada pada peringkat kedua yakni 20,64%. Pos apakah yang mendapatkan porsi tertinggi?, pada APBN 2012 persentase tertinggi dijatah untuk keperluan belanja pegawai, yakni 22,37%. Jadi wajar, kalau pejabat kita kehidupannya makin mewah. Bangku wakil rakyatpun impor dan menelan dana hingga miliaran. Sehingga pertanyaanya berikutnya adalah siapa yang sebenarnya membebani APBN?

Untuk alasan yang ketiga, Pemerintah menyatakan bahwa distribusi subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran, sehingga subsidi perlu dikaji kembali. Tapi anehnya, permasalan ini belum dikaji ulang tapi harga BBM sudah akan naik di awal April nanti. Alasan Pemerintah mengenai tidak tepatnya distribusi subsidi BBM saat ini bagi penulis juga omong-kosong belaka. Karena yang harusnya paling bertanggungjawab akan kesalahan distribusi ini murni Pemerintah. hal ini dikarenakan kebijakan distribusi BBM bersubsidi tidak diikuti dengan tersedianya perangkat hukum mengenai standarisasi dan levelisasi konsumen yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Sehingga wajar jika banyak orang kaya dengan mobil mewah lebih memilih menggunakan premium ketimbang pertamax. Karena memang tidak ada aturan pasti di level konsumen.

Jujurlah pada rakyat
Menurut Guru besar FEB Universitas Brawijaya yang juga direktur Indef, Prof. Ahmad Erani Yustika dalam opininya yang dimuat di Indonesia Finance Today dengan judul Struktur APBN dan kenaikan harga BBM, dijelaskan bahwa tanpa kenaikan BBM di awal April nanti pun tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot 0,3% hingga 0,6% (6,1%-6,3%). Sehingga jika terjadi kenaikan BBM, maka penurun pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih ekstrim, yakni turun ke angka 5,5% hingga 5,7%, padahal sebelumnya pemerintah dalam revisi asumsi APBNP memprediksi hanya akan turun ke angka 6,5%.

Drastisnya kemerosoton pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat mungkin terjadi diakibatkan BBM yang naik, bahkan kemerosotonnya sangat mungkin jauh dibawah prediksi pemerintah. Sebab kenaikan harga BBM akan memunculkan inflasi yang dampaknya akan menyebabkan kenaikan semua biaya kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang nantinya akan mengakibatkan daya beli masyarakat turun. Sehingga para investor enggan untuk berinvestasi.

Bahkan Indef memprediksi jika skema kenaikan BBM ini tetap dilakukan oleh pemerintah, Indonesia nantinya malah akan mendapati kerugian yang cukup besar. Karena dengan skema yang dijalankan pemerintah, penghematan yang diperoleh hanya sekitar Rp 30 triliun, padahal dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi sebesar 0,6% (resiko maksimal pemerintah) maka sama halnya dengan kehilangan PDB sekitar Rp 70 triliun.

Sangat aneh sebenarya jika harus membenarkan skema kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah. Mengingat dampak ekonomi maupun sosial yang mungkin akan terjadi ketika BBM naik akan sangat mendzholimi masyarakat. Seharusnya pemerintah sedari dulu jujur kepada masyarakat jika mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan Negara. Sehingga tidak perlu mengkambing hitamkan jebolnya APBN karena subsidi yang membengkak. Memang sudah sewajarnya jika rakyat itu harus terus disubsidi oleh pemerintah. Karena kalau subsidi itu tidak ada, maka pemerintah telah mengkhianati amanat UUD 1945 pasal 33.
Selengkapnya...

Kamis, 15 Maret 2012

DOWNLOAD KAJIAN KENAIKAN BBM KP PD KAMMI MALANG

Download kajian di sini

Kenaikan harga BBM per 1 April 2012 memicu banyak reaksi dari seluruh elemen masyarakat. begitu juga dengan elemen mahasiswa yang selama ini getol mengawal segala kebijakan pemerintah yang digawangi oleh SBY-Boediono. segala reaksi yang terjadi tidak lain tentunya berasal dari pemikiran kritis atas kinerja dari pemerintah yang dirasa tidak mampu melindungi segenap kepentingan rakyat.

banyak alasan pemerintah menaikkan BBM. kalau disimpulkan, paling tidak ada tiga alasan pemerintah menaikan harga BBM. pertama, produksi minyak Indonesia turun. kedua, makin tingginya kenaikan harga minyak dunia, dan ketiga, subsidi BBM tidak tepat sasaran. tapi apakah benar ketiga alasan ini mampu dipertimbangkan menjadi alasan "yang paling benar" untuk menaikan BBM? coba di download kajian ini
Selengkapnya...

Rabu, 01 Februari 2012

Download eBook Karya Pemikir-Pemikir Islam Kontemporer

jika saya menganalisa ketajaman fikriyah kader harokah dakwah saat ini, terutama kader tarbiyah yang ada di kampus, maka saya akan mendapati sebuah hasil penilaian yang mungkin agak buruk. belakangan ini saya melihat, banyak sekali kader dakwah yang tidak memiliki minat untuk membaca berbagai literatur yang sebenarnya sangat penting untuk rujukan dakwah. mungkin ada 4 hal yang melatarbelakangi mundurnya minta baca ini. yang pertama dikarenakan tidak adanya meteri bacaan yang dikarenakan sulitnya mencari buku-buku gerakan Islam, terutama buku-buku karangan ulama lawas.

yang kedua, mundurnya minat baca dikalangan kader dikarenakan beberapa kader sudah menganggap materi tarbiyah yang tersaji dalam buku-buku "saku" (intisari-intisari materi) sudah mencukupi untuk bekal bersyiar. yang ketiga, makin sibuknya kader dakwah dengan agenda akademik. sehingga ketika harus memilih bahan bacaan, tentunya buku-buku yang berkaitan dengan disiplin ilmu lebih menjadi prioritas. dan yang keempat, tidak adanya minat pada kader dikarenakan kader tersebut memang tidak memiliki gairah membaca, dan jenis kader yg terakhir ini merupakan yang paling berbahaya bagi dakwah.

salah satu solusi yang paling baik dalam memecahkan permasalahan minat baca kader yakni dengan mendistribusikan bahan bacaan, baik itu berupa buku, ebook, dan jenis bahan bacaan lainnya. oleh karena itu, saya disini ingin memberikan sedikit beberapa bahan bacaan ke teman-teman semua yang ingin menambah wawasan mengenai pemikiran-pemikiran ulama kontemporer. berikut daftar bacaan yang bisa teman-teman download:

1. Sayyid Qutb: Masa Depan di Tangan Islam dan Petunjuk Sepanjang Jalan
DOWNLOAD DI SINI
2. Hasan al Banna: Dakwah Kita, Himpunan Risalah Hasan al Banna, Usrah dan Dakwah DOWNLOAD DI SINI
3. KH. Rahmat Abdullah: Untukmu Kader Dakwah
DOWNLOAD DI SINI
4. Dr. Yusuf Qhardawi: Fiqh Prioritas
DOWNLOAD DI SINI

Semoga link Download ini bermanfaat. ayo kita budayakan membaca!

Selengkapnya...

Sabtu, 28 Januari 2012

DOWNLOAD JURNAL "Gerakan IM Dan Dakwah di Indonesia"

Download jurnalnya di sini

Pengantar dari saya:

Waktu di antara penghujung tahun 2011 dan di awal tahun 2012, banyak sekali diisi dengan kejadian besar yang mewarnai sejarah umat manusia. salah satu kisah besar itu yakni revolusi Islam di dunia Arab. kenapa saya mengatakan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai "revolusi Islam"? bukankah revolusi di dunia arab terjadi secara alami dikarenakan rakyat bosan dengan kediktatoran pemimpin-pemimpin mereka?, bagi saya banyaknya revolusi yang terjadi di negeri-negeri arab salah satunya dikarenakan makin besarnya aktivitas harokah Islamiyah di sana. hal ini dibuktikan dengan kemenangan partai-partai Islam pasca revolusi di negara-negara yang mengalami gejolak politik "tsunami Arab". dan kalo ditelusuri lebih lanjut, kebanyakan partai-partai tersebut berinduk pada satu harokah, yakni Ikhwanul Muslimin (disingkat IM).

yang perlu kita semua ketahui, gerakan IM tidak muncul secara tiba-tiba. gerakan ini memiliki sejarah yang sangat panjang dalam gerakan dakwah terutama di dunia arab. gerakan yang di bidani oleh Imam Hassan al Banna ini muncul pertama kali kepermukaan sejak tahun 1928. sudah sangat tua untuk ukuran sebuah organisasi. semenjak Ormas dakwah ini muncul, banyak sekali tantangan dakwah yang dialami oleh ikhwah (sebutan kader IM) mesir. baik itu berupa pembredelan, pembekuan, bahkan pembunuhan terhadap para pimpinannya. luka sejarah yang didapati dalam pertempuran inilah yang menyebabkan IM menjadi harokah Islam paling tangguh di dunia Arab.

IM dalam sejarah pergerakannya ternyata tidak hanya mengurusi persoalan-persoalan bangsa mesir. IM juga banyak mengurusi jaringan dakwah di luar mesir. sehingga IM identik dengan gerakan dakwah Transnasional. bahkan, kalau seandainya kita membaca buku-buku sejarah Bangsa Indonesia, maka kita juga akan menemui ikatan antara IM dan revolusi bangsa Indonesia ditahun 1945. seperti apa hubungan antara Indonesia dan IM dimasa dahulu? baca jurnal di atas
Selengkapnya...

Jumat, 02 Desember 2011

TAHAJUD PERTAMA

saya masih sangat kecil sekali ketika pertama kali melakukan tahajud. Jika diingat-ingat sepertinya saya melakukan tahajud pertama saat masih duduk disekolah dasar. Antara kelas satu, dua atau tiga. saya agak lupa. Yang saya ingat, ketika itu kami sekeluarga masih tinggal di Jl. Melur IV Depok, dan saya rasa ketika itu Tengku M. Faisal juga belum lahir. Yah, kira-kira saat itu masih SD dan belum kelas tiga.

Sebenarnya saya mendapati istilah tahajud pertama kalinya ketika saya ngaji di TPA. Para Ustadzah yang mengenalkannya. lho kok para ustadzah? Yah, ditempat saya menimba ilmu kehidupan itu tidak ada ustadznya. seingat saya, ustadzahnya ada tiga. Saya lupa nama-nama beliau. Yang masih tersimpan di memory otak saya adalah alamat rumah-rumah mereka. Ada ustadzah yang tinggal di jalan Melur, ada ustadzah yang tinggal di jalan Jati, dan yang terakhir ustadzah yang tinggal di jalan Siak (deket stadion depok). Jadi mereka bertiga inilah yang bahu membahu mengupgread win kecil untuk menjadi anak yang soleh. Semoga Allah melindungi mereka dan segenap keluarga mereka.

Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul di benak saya pasca mendapatkan materi tentang sholat-sholat sunnah, terutama tahajud. “Buat apa sholat banyak-banyak? Lha sholat lima waktu aja susah bener istiqomahnya” pikirku saat itu. Pulang ngaji saya langsung menghadap ibu. Saat itu langsung saya tanya kan kepada beliau mengenai sholat tahajud. “Ma, buat apa kita sholat tahajud?”. Beilau jawab “hmm, kalau sholat tahajud, nanti Allah akan mengabulkan tiga permintaan kamu. Langsung dikabulkan”. Mendapat penjelasan demikian angan-angan win kecil mulai liar tak terkendali. Beberapa harapan muncul dalam otak. Tapi saya lupa apa yang saya minta saat itu. “nanti malam mau tahajud sama Mamah?” tanya ibu. “iya mau, tapi kapan sholat tahajudnya?” jawabku penuh semangat. “Nanti malam mamah bangunin”. “oke” saya girang. karena kalau saya tahajud, maka Allah akan mengabulkan tiga harapanku.

Malam berjalan sangat lambat. Tiap detak dari jarum detik jam dinding kamar benar-benar sangat memberatkan. Saya sangat khawatir tidak bisa bangun malam. Sampai akhirnya, aku bisa tertidur dikarenakan ibu memberikan jaminan kalau malam ini kita akan sholat tahajud. Beberapa jam saya tak sadarkan diri dalam tidur. Semua berubah menjadi bukan mimpi ketika saya secara sadar melihat jam dinding menunjukan pukul dua pagi. Dengan semangat saya langsung turun dari kasur dan mengambil air wudhlu. Tidak sabar rasanya meminta semua yang saya inginkan pada Allah SWT.

Pertama kali sholat tahajud, saya menjadi makmum dari ibu. Yah saat itu saya belum berani jadi Imam. Saya belum hafal beberapa bacaan sholat. Jadi saya pasrahkan jabatan imam kepada ibu. Saya bigung apa yang harus saya baca ketika sholat tahajud. Bagi saya saat itu, bacaan sholat tahajud pasti khusus. Karena sholat ini benar-benar sangat special. sehingga saya tidak baca apa-apa dalam sholat. Saya cuma ikutin gerakan ibu dari awal sampai akhir. Habis sholat saya makin tegang. Apalagi ketika ibu menyuruh saya berdo'a. Dan dengan semngat power ranger (tokoh yang populer saat itu selain presiden Soeharto) saya ucapkan semua keinginan saya. Dan sholat pun berakhir.

Saya lupa apa saja permintaan yang saya minta ketika itu. Semoga saja saya tidak minta dirubah jadi belalang tempurnya satria kotaro minami. Atau minta agar badan saya berubah jadi besi seperti jiban (tokoh lain yang berpengaruh saat itu selain power ranger, kotaro minami, dan menteri penerangan pak Harmoko). Apapun do'anya yang pasti Allah pasti merencanakan segala yang terbaik baik saya. Mungkin saja apa-apa yang saya dapatkan saat ini salah satunya adalah karena dampak do'a saya ketika itu.

Saya sangat berterimakasih pada ibu. Karena beliau menjawab pertanyaan yang saya ajukan dengan tindakan nyata. Bukan malah menambah beban pikiran si win kecil dengan berbagai penjelasan terkait sholat tahajud yag sangat sulit dicerna logika saya saat itu. Beliau rela bangun malam menemanai saya yang diliputi dengan banyak tandatanya. Dan memberikan harapan bagi saya untuk meminta segala permintaan pada Allah. Semoga calon pendamping hidupku juga melakukan hal yang sama seperti ibu. Menjadi pendidik yang teladan bagi anak-anaknya.

Keesokan harinya ibu bertanya. “nanti malam tahajud lagi ga?”. “enggak ah, nunggu cita-cita yang kemarin terkabul dulu aja” jawabku polos sambil memunguti kelereng yang berserakan dibawah kursi.
Selengkapnya...

Selasa, 12 Juli 2011

DOWNLOAD UNDANGAN RAKORWIL BEM-SI JATIM

Bagi teman-teman aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Strategis BEM Seluruh Indonesia (BEM-SI) wilayah Jawa Timur. Monggo bisa mendownload surat undangan dan proposal RAKORWIL BEM-SI JATIM di sini

RAKORWIL insyallah akan dilaksanakan di Malang. tepatnya di Universitas Brawijaya. semoga dalam moment kali ini, kita sebagai mahasiswa mampu memberikan trobosan baru untuk memperbaiki Indonesia dan JATIM khususnya...HIDUP MAHASISWA!!! HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!
Selengkapnya...

Senin, 11 Juli 2011

HARI BERJUANG (RUHUL JADID) VS HARI BERJUANG (GONDES)

sebelum baca, download dulu lagunya. downloadnya di sini

lama sekali tidak mendengarkan nasyid-nasyid aliran banyol. nasyid model gini biasanya nasyid modifikasi. lebih tepatnya modifikasi nasyid haroki jadi nasyid "lebay". nah pas lagi liat-liat folder usang yang ada di leptop. secara tidak sengaja saya menemukan satu folder yang isinya kumpulan nasyid. nama folder ini kurang menarik makanya jarang dibuka, namanya "New Folder" (hehehe).

ternyata folder yang kurang menarik untuk dilihat ini memiliki isi layaknya harta karun. karena di dalamnya terdapat nasyid aliran banyol. pas musiknya diputar, ga terasa saya ketawa cekikikan sendiri (kayak orang gila). asli, nasyidnya banyol banget. saya ga tahu kelompok nasyid apa yang melantunkan ni nasyid. tapi katanya si Ukasah (tetangga kamar), ni yang nyayikan kelompok Gondes. dan lagu ini sudah lama sekali. tapi biar oldiest, nasyid ni dah berhasil membuat senang saya di hari ini...ni kalo semua mau tahu lyric nasyidnya:

Nada Nasyid ini mengadopsi nadanya nasyid "Hari berjuang-Ruhul jadid"

Hari ini-hari ini ada pengajian
Jangan ragu jangan takut undang semua kawan
Walau modalnya panita serba pas-pasan
Luruskan niat hanya Allah satu tujuan
Walau naik bus kota nya berdesak-desakan

Hai mujahid lihat yang duduk di depan kita
Wajahnya damai dan senyumnya cerah ceria
Walau terkadang bolos dikelompok ngajinya
Tetapi murobbi selalu berlapang dada
Ridho membantu seluruh proses ta’arufnya

Hari ini-hari ini ada pengajian
Jangan lupa pasang senyum yang manis menawan
Kasihan saat lihat panitia kelelahan
Kasihan ada panitia yang pusing beneran
Ternyata pusingnya karena masih bujangan

Jadi panitia menyenangkaaaan…
Ada maksud yang disembunyikaaaan…
Silaturohmi yang diutamakan
Semoga ketemu yang diimpikaaaaan…
Kalaupun jodoh wallahu’alam…

Hari ini-hari ini ada pengajian
Maafkan kalau kami terlalu mengesalkan
Hati berdebar kepala jadi nyut-nyutan
Kami harus segera kembalikan pinjaman
Tapi yakin Allah akan mudahkan urusan

Hai mujahid kita jadi pusat perhatian
Walau panitia sibuk menghitung tagihan
Khawatir ada yang belum membayar iyuran
Kadang panitia pada kurang kerjaan
Tapi kita bantu saat mereka walimahan

Hari ini-hari ini ada pengajian
Mohon maaf kalau kami banyak kesalahan
Mohon diri kami harus segera pulang kandang
Ditempat tinggal kami masih banyak cucian
Maklumlah kami semua masih sendirian

Luruskan niat hanya Allah satu tujuan
Walau naik bis kotanya desak-desakan

Luruskan niat hanya Allah satu tujuan!
Selengkapnya...